Manado – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) bersama Kodam XIII/Merdeka melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik “Karya Bakti Skala Besar” di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud. Program pengabdian tersebut menjadi tindak lanjut nyata dalam mendukung pembangunan wilayah terluar Indonesia pascakunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Miangas.

Kolaborasi tersebut diawali dengan pertemuan antara Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., dan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., di Gedung Rektorat Unsrat pada Rabu (8/7/2026). Pertemuan membahas sinergi pengabdian masyarakat melalui pelaksanaan KKN Tematik di Pulau Miangas.
Selanjutnya, pada Sabtu (11/7/2026), Kodam XIII/Merdeka bersama Universitas Sam Ratulangi secara resmi melepas mahasiswa peserta KKN Tematik bersama prajurit TNI untuk melaksanakan pengabdian selama dua bulan di wilayah perbatasan paling utara Indonesia tersebut.

Program KKN Tematik ini menghadirkan sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Miangas. Di antaranya pembangunan sistem geolistrik untuk membantu penerangan rumah-rumah warga, pembuatan sumur sebagai penyediaan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga, pembangunan ganteng berbahan sabuk kelapa sebagai solusi ramah lingkungan untuk membantu kebutuhan perumahan masyarakat, serta penyelenggaraan pengobatan massal secara gratis.
Kolaborasi antara dunia akademik dan TNI ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan di kawasan perbatasan negara melalui inovasi, teknologi tepat guna, dan pelayanan sosial.

Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Oktovian B.A. Sompie, dijadwalkan akan hadir langsung pada penutupan program KKN Tematik tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan pelaksanaan pengabdian mahasiswa dan prajurit TNI di Pulau Miangas.
Melalui program ini, Unsrat dan Kodam XIII/Merdeka menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah terluar Indonesia, sekaligus memperkuat semangat gotong royong, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan di wilayah perbatasan NKRI.






