MANADO – Sebuah rekaman suara berdurasi singkat yang diklaim menyerupai suara Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Rekaman tersebut tersebar melalui salah satu grup Facebook dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Dalam potongan audio itu terdengar kalimat yang bernada kontroversial sehingga memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, hingga saat ini belum terdapat bukti yang memverifikasi keaslian rekaman tersebut. Belum dapat dipastikan apakah suara dalam rekaman merupakan suara asli, hasil manipulasi digital (deepfake), tiruan suara, atau bentuk rekayasa lainnya.
Di tengah berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), rekaman suara hasil manipulasi semakin mudah dibuat sehingga masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pengamat keamanan siber maupun aparat penegak hukum pada umumnya juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan forensik digital sebelum menyimpulkan keaslian sebuah rekaman audio.
Masyarakat diharapkan mengutamakan informasi yang berasal dari sumber resmi dan melakukan verifikasi terhadap setiap konten yang beredar di media sosial agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang menyesatkan.
Apabila ditemukan indikasi adanya penyebaran konten palsu, manipulatif, atau melanggar hukum, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk apabila terdapat dugaan pelanggaran terkait informasi elektronik.






