Meringankan Beban Korban Kebakaran, CEP Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak di Aspol Pakowa

PolitBerita.id, MANADO – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Golkar, Christiany Eugenia Paruntu (CEP). Melalui tim relawannya, CEP menyalurkan bantuan puluhan paket sembako kepada warga korban kebakaran di kawasan padat penduduk Aspol Pakowa, Kelurahan Karombasan, Kota Manado.

Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk empati sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu malam lalu.

Dalam keterangannya, CEP menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang dialami warga.

“Saya turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran. Musibah ini tentu menjadi cobaan yang berat, namun saya percaya masyarakat Sulawesi Utara memiliki semangat gotong royong yang kuat. Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan apa yang telah hilang, tetapi saya berharap dapat sedikit meringankan beban serta memberikan semangat bagi bapak, ibu, dan adik-adik untuk bangkit kembali,” ujar CEP.

Mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu para korban.

“Mari kita saling menguatkan, saling peduli, dan saling membantu. Di saat seperti inilah rasa persaudaraan harus semakin nyata. Saya juga berdoa agar seluruh keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan, serta segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti sediakala,” tambahnya.

Diketahui, kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di dekat Asrama Polisi (Aspol) Pakowa, Karombasan, Kota Manado, pada Rabu malam. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap sejumlah rumah warga.

Saat kejadian, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri serta berusaha mengevakuasi barang-barang berharga yang masih dapat diselamatkan. Padatnya permukiman membuat api dengan cepat merambat ke bangunan lainnya sehingga proses pemadaman menjadi cukup sulit.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas ke kawasan lainnya.

Hingga kini, para korban masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu proses pemulihan pascakebakaran. Bantuan yang disalurkan CEP diharapkan menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *