Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menerima kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (27/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur memaparkan kondisi terkini perekonomian daerah, termasuk capaian indikator makro serta perkembangan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif (ekraf).
Menurutnya, kinerja ekonomi Sulawesi Utara sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional. Salah satu sektor yang mencatat lonjakan signifikan adalah ekonomi kreatif.
Nilai tambah sektor ini disebut meningkat drastis hingga 1.456 persen, dari sebelumnya Rp 20,5 miliar menjadi Rp 304,6 miliar pada 2025.
“Ekonomi kreatif kini berkembang menjadi penggerak utama ekonomi berbasis inovasi dan kekayaan intelektual,” ujar Gubernur dalam paparannya.
Penguatan sektor tersebut turut didukung kebijakan pemerintah daerah, termasuk pembentukan struktur khusus ekraf serta pelaksanaan berbagai event besar seperti Warbiasa Governor League 2025.
Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara tercatat mencapai 61.495 orang sepanjang 2025. Wisatawan didominasi berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Singapura.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara menunjukkan peningkatan signifikan dengan total mencapai 14,35 juta perjalanan.
Tak hanya pariwisata, peran UMKM juga menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Tercatat sebanyak 408.505 unit usaha aktif mendorong perputaran ekonomi di Sulut.
Selama periode 2023 hingga 2025, pemerintah provinsi telah memberikan berbagai dukungan, di antaranya bantuan peralatan kepada ratusan pelaku usaha serta fasilitasi penerbitan lebih dari 17 ribu Nomor Induk Berusaha (NIB).
Meski capaian ekonomi menunjukkan tren menggembirakan, Gubernur juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, khususnya di sektor infrastruktur.
Beberapa di antaranya mencakup keterbatasan akses transportasi, kebutuhan penambahan rute penerbangan internasional langsung, hingga integrasi transportasi massal.
Selain itu, peningkatan kapasitas terminal internasional di Bandara Sam Ratulangi juga dinilai penting untuk mendukung arus wisatawan.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah ketersediaan infrastruktur dasar di destinasi wisata, seperti air bersih, pengelolaan sampah, serta jaringan listrik dan internet, terutama di wilayah terpencil.
Menutup pertemuan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada DPR RI. Di antaranya penetapan Sulut sebagai kawasan prioritas pengembangan industri berbasis sumber daya lokal, seperti sektor kelautan dan agroindustri.
Selain itu, penguatan sistem logistik nasional juga diharapkan dapat menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing daerah.
“Kami berharap dukungan DPR RI untuk mengawal berbagai usulan ini, agar Sulawesi Utara semakin kompetitif sebagai pintu gerbang kawasan Asia Pasifik,” pungkas Gubernur.






