PKPG GMIM 2026, Gubernur Yulius Selvanus: Pemuda GMIM Harus Tangguh, Adaptif, dan Siap Bersaing di Era Global

MITRA – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, mengajak generasi muda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) untuk menjadi “generasi petarung” yang tangguh, berkarakter, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai iman dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM 2026 yang berlangsung di Kabupaten Minahasa Tenggara, Selasa (30/6/2026).

Kehadiran Gubernur disambut Ketua Pemuda Sinode GMIM, Penatua Rio Dondokambey, jajaran panitia, serta puluhan ribu peserta yang mengikuti kegiatan tahunan tersebut. Sebelum memberikan arahan, Gubernur menyempatkan diri meninjau sejumlah tenda peserta dan melihat berbagai hasil karya kreatif yang dipamerkan oleh pemuda dari berbagai wilayah pelayanan GMIM.

Dalam sambutannya, Yulius menilai perkembangan teknologi dan perubahan global yang berlangsung sangat cepat menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi, daya saing, serta karakter yang kuat. Menurutnya, dunia saat ini tengah menghadapi kondisi polycrisis, yaitu berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

“Kalian adalah generasi petarung. Kalian harus mampu bersaing dalam hal-hal yang positif. Perkembangan teknologi memaksa kita tumbuh lebih cepat, namun jangan sampai kehilangan arah. Kita adalah anak-anak Kristus. Jadikan gereja sebagai tempat mengasah iman untuk menghadapi tantangan global,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, Pemuda GMIM memiliki posisi strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta spiritualitas generasi muda. Karena itu, menurutnya, pembinaan iman harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Gubernur juga mengajak para peserta memanfaatkan momentum perkemahan sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, membangun kebersamaan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai kekristenan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Selama lima hari mengikuti perkemahan ini, manfaatkan setiap kesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman yang positif. Firman Tuhan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar lahir generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan tetap taat kepada Tuhan. Saya optimistis Pemuda GMIM mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai iman,” katanya.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat rangkaian kegiatan ditutup dengan momen bernyanyi bersama. Gubernur Yulius bergabung dengan puluhan ribu peserta membawakan lagu “Rumah Kita”, yang disambut antusias dan riuh tepuk tangan seluruh peserta, menciptakan suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *