Reses Louis Schramm di Panti Asuhan, Soroti Ketimpangan PPDB SMA Negeri-Swasta hingga Salurkan Bantuan Keyboard

MANADO – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Manado, Louis Carl Schramm, melaksanakan masa Reses II Tahun 2026 di Panti Asuhan dr. J. Lukas, Manado.

Kegiatan reses Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut itu menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya di bidang kesejahteraan rakyat dan pendidikan yang menjadi ruang lingkup komisinya.

Reses tersebut dihadiri oleh Benedictus Catholic Choir, Panti Asuhan dr. J. Lukas Manado, serta jajaran Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Louis Schramm menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan amanat konstitusi bagi setiap anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat guna mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Reses merupakan sarana bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan menyerap setiap aspirasi yang nantinya akan kami perjuangkan dalam pembahasan di DPRD,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya mengenai ketimpangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Warga menilai pembangunan sejumlah SMA Negeri yang berdekatan dengan sekolah swasta berdampak terhadap menurunnya jumlah peserta didik di sekolah swasta.

“Banyak sekolah negeri baru dibangun berdekatan dengan sekolah swasta sehingga sekolah swasta kekurangan siswa dan akhirnya kesulitan bertahan. Selain itu, sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru di sekolah negeri juga perlu benar-benar diperhatikan,” ujar salah seorang peserta reses.

Menanggapi aspirasi tersebut, Louis Schramm mengakui persoalan itu telah menjadi perhatian DPRD Sulut, khususnya Komisi IV yang membidangi pendidikan.

Menurutnya, DPRD telah beberapa kali membahas dampak penerapan sistem zonasi terhadap keberlangsungan sekolah swasta.

“Ini memang menjadi keprihatinan kita bersama. Di DPRD, khususnya Komisi IV, persoalan sistem zonasi yang berdampak pada sekolah-sekolah swasta sudah menjadi pembahasan. Hal-hal seperti ini akan terus kami kawal dan kami ingatkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi agar kebijakan yang diambil tetap berkeadilan bagi seluruh satuan pendidikan,” kata Schramm.

Ia menegaskan, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pendidikan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi sekolah negeri maupun swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara.

Selain menyampaikan aspirasi, masyarakat juga memberikan apresiasi atas kepedulian Louis Schramm yang dinilai konsisten mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan di Sulawesi Utara.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pelayanan musik gereja, di penghujung kegiatan reses, Louis Schramm menyerahkan bantuan berupa satu unit keyboard kepada Benedictus Catholic Choir. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas paduan suara dalam pelayanan maupun berbagai kegiatan keagamaan.

Penyerahan bantuan itu disambut antusias oleh pengurus dan anggota Benedictus Catholic Choir yang menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut tersebut.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog interaktif. Berbagai aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan perjuangan Louis Schramm di DPRD Sulawesi Utara, khususnya dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan kegiatan sosial dan keagamaan.

Pos terkait