Era Gubernur Yulius, NTP Sulut Menguat, Petani Makin Sejahtera

Screenshot

Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini tercermin dari capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada Februari 2026 yang mengalami kenaikan menjadi 128,50 atau tumbuh 0,48 persen dibandingkan Januari 2026 sebesar 127,88, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kenaikan NTP ini menjadi indikator positif yang menunjukkan membaiknya daya beli petani, seiring dengan meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,23 persen, yang melampaui kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,75 persen.

Secara kumulatif, tren pertumbuhan juga terus terjaga. Sepanjang tahun berjalan (year to date), NTP Sulawesi Utara meningkat sebesar 2,63 persen, sementara secara tahunan (year on year) tumbuh 3,12 persen. Hal ini menegaskan bahwa sektor pertanian di Sulawesi Utara tetap berada pada jalur pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mencatat kinerja positif pada subsektor hortikultura yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 11,77 persen. Capaian ini menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan sektor pertanian daerah.

Di tingkat regional Sulawesi, Sulawesi Utara termasuk dalam provinsi yang mampu mencatatkan peningkatan NTP dan NTUP, bersama Provinsi Gorontalo. Hal ini menunjukkan daya tahan dan kinerja sektor pertanian Sulut yang tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada indeks konsumsi rumah tangga sebesar 2,34 persen secara bulanan, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 3,49 persen. Kondisi ini mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak positif.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) turut mengalami kenaikan menjadi 133,54, yang menandakan bahwa usaha pertanian di Sulawesi Utara masih memberikan keuntungan dan prospek yang baik bagi petani.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan akan terus memperkuat berbagai program strategis di sektor pertanian, termasuk peningkatan produktivitas, akses pasar, stabilitas harga, serta dukungan terhadap petani di seluruh subsektor.

Dengan capaian ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis sektor pertanian akan terus menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *