Tak banyak yang mengetahui bahwa Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) sempat mencuri perhatian dalam gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang berlangsung di kediaman Ketua Umum sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Dalam forum penting tersebut, YSK tampil mewakili enam provinsi di Pulau Sulawesi bersama para ketua DPD Gerindra untuk menyampaikan pandangan strategis. Ia menegaskan komitmen penuh terhadap kepemimpinan Prabowo—baik sebagai Ketua Umum Partai Gerindra maupun Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, seluruh provinsi di Sulawesi telah satu suara untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Namun, perhatian peserta KLB tertuju pada permintaan khusus yang disampaikan YSK di akhir paparannya. Ia secara lugas meminta Presiden Prabowo melanjutkan proyek strategis pembangunan kereta api Makassar–Manado—rencana besar yang sudah lama diharapkan masyarakat Sulawesi.
YSK menilai, proyek tersebut akan membuka jalur konektivitas baru, mempercepat arus logistik, mempermudah mobilitas antarprovinsi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan Sulawesi.
Pembangunan kereta ini juga dianggap sebagai langkah pemerataan pembangunan yang selaras dengan prioritas pemerintah pusat di bidang infrastruktur.
Usai menyampaikan permintaan tersebut, YSK menutup dengan pekikan “Komando!”. Seruan itu langsung disambut riuh dan tepuk tangan panjang dari para kader Gerindra, memperlihatkan kuatnya kekompakan antara struktur daerah dan pusat.
Momen salam komando antara YSK dan Presiden Prabowo semakin menegaskan dukungan politik serta keselarasan arah pembangunan di Sulawesi, sekaligus menjadi simbol kesiapan pemerintah daerah menjalankan visi pembangunan nasional.






