Dengan aura kepemimpinan yang tegas namun bersahaja, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal pembangunan daerah. Hal itu tercermin dalam Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Senin (11/8/2025).
Dalam forum resmi yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, pejabat eselon, hingga tamu undangan penting, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa penandatanganan KUA dan PPAS bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momen strategis untuk memperkuat arah pembangunan Sulut yang lebih inklusif, responsif, dan berkelanjutan.
“Perubahan APBD ini adalah napas baru bagi roda pembangunan daerah. Setiap angka yang tertulis di sini adalah janji kita kepada rakyat, dan kita wajib menepatinya,” tegas Gubernur Yulius dalam pidato resminya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Menurutnya, seluruh program dan kebijakan yang termuat dalam KUA-PPAS harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan sinergi antara eksekutif serta legislatif menjadi kunci agar penganggaran tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan menyentuh langsung persoalan-persoalan riil di lapangan.
Prosesi penandatanganan nota kesepakatan dilakukan dengan khidmat. Kehadiran pimpinan DPRD dan para pejabat terkait memperlihatkan semangat kolaboratif yang terus terjaga antara lembaga eksekutif dan legislatif. Nota tersebut memuat berbagai prioritas pembangunan yang akan dibiayai melalui perubahan APBD tahun anggaran berjalan.
Salah satu fokus penting dalam perubahan anggaran ini adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penyelesaian persoalan strategis di sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup.
Rapat paripurna ini sekaligus menjadi simbol optimisme dan soliditas antar lembaga. Dengan kesepakatan ini, Sulawesi Utara diyakini akan mampu bergerak lebih cepat, lebih kuat, dan lebih terukur dalam menavigasi tantangan pembangunan tahun 2025.
Gubernur Yulius juga menutup sambutannya dengan ajakan untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pelaksanaan anggaran.
“Ini bukan hanya soal perencanaan, tapi tentang komitmen kita mengemban amanah rakyat. Mari kita kawal bersama dengan hati dan tanggung jawab penuh,” pungkasnya.






