PolitBerita.id – Neraca perdagangan Sulut terus mengalami surplus sejak dipimpin OD-SK (Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw).
Rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, neraca perdagangan Sulut hampir menyentuh Rp 1 triliun.
Strategi OD-SK jadikan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai Pintu Gerbang Indonesia dari dan ke Asia Pasifik, membuat ekspor Sulut tambah kencang.
Lobi Gubernur Olly Dondokambey ke pemerintah pusat, berhasil membuat Bandara Internasional Sam Ratulangi bisa terbang langsung ke negara negara maju di kawasan Asia Pasifik seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan negara maju lainnya.
Lobi Gubernur Olly Dondokambey juga berhasil membuat Pelabuhan Internasional Petikemas Bitung bisa berlayar langsung ke negara negara maju di kawasan Asia Pasifik.
Hasilnya, ekspor non migas Sulut terus bertambah. Membuat neraca perdagangan Sulut tiap bulan selalu surplus.
Hal ini tentu saja mendatangkan devisa bagi daerah. Yang tentu saja menaikkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat (kesejahteraan meningkat).
Selalu surplusnya neraca perdagangan Sulut, dapat dilihat data BPS. “Data terbaru nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara pada April 2024 tercatat sebesar US$ 77,67 juta. Sementara impornya senilai US$ 19,63 juta,” kata Kepala BPS Sulut Asim Saputra.
Artinya neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Utara April 2024 surplus US$ 58,04 juta. Atau jika dirupiahkan kurs jual Rupiah terhadap US Dollar pada April 2024 (Rp16.330,25). Maka neraca perdagangan Sulut pada April 2024 mencapai Rp947 miliar (947.793.200.000) atau hampir Rp1 triliun.






