Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguanpenglihatan dan kebutaan di dunia, termasuk di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, katarak menyumbanglebih dari 50 persen kasus kebutaan di tanah air. Dalam surveikebutaan cepat berbasis populasi atau dikenal dengan sebutanRapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan di 15 provinsi di lndonesia cukup memberikangambaran bahwa lndonesia memiliki masalah kebutaan yang cukup serius. Angka kebutaan lndonesia mencapai 30% dan merupakan negara dengan angka kebutaan tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan survei tersebut, didapatkan juga angkakebutaan populasi usia di atas 50 tahun mencapai 3% dan katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi, yakni 81%.Sulawesi Utara, termasuk di dalam 15 provinsi tersebut. Dan menurut data dari RISKESDAS, prevalensi katarak tertinggi di Indonesia tahun 2018 ialah provinsi Sulawesi Utara (3,7%) diikuti oleh Jambi (2,8%) dan Bali (2,7 %). Penyakit inisebenarnya dapat dicegah perkembangannya dan dapatdisembuhkan melalui tindakan operasi.
Apa Itu Katarak?
Katarak adalah terjadinya kekeruhan pada lensa mata. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk ke mata terhambat, sehingga penglihatan penderita menjadi buram seperti melihatmelalui kaca berembun.
Katarak biasanya muncul seiring bertambahnya usia, namunbisa juga dipicu oleh faktor lain seperti keturunan, trauma mata, penyakit metabolik seperti diabetes, penggunaan obatkortikosteroid jangka panjang, atau paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Penderita katarak umumnya merasakan:
Jika gejala-gejala ini muncul, masyarakat dianjurkan segeramemeriksakan diri ke dokter mata.
Operasi: Penanganan Utama
Tidak seperti penyakit lain yang bisa diatasi dengan obat, katarak tidak bisa hilang hanya dengan tetes mata atausuplemen. Satu-satunya pengobatan yang efektif adalah operasi.
Prosedur operasi katarak kini semakin aman dan modern.Teknik yang digunakan Adalah teknik fakoemulsifikasi. Dalam beberapa studi, dengan teknik fakoemulsifikasi ini, jika pasienbaik kondisi matanya, tidak ada penyakit berat penyerta, makakeberhasilannya sangat tinggi dalam kisaran 95-99% atau lebihuntuk mencapai tajam penglihatan yang baik. Teknik fakoemulsifikasi ini dilakukan dengan cara, yaitu lensa matayang keruh dihancurkan menggunakan gelombang ultrasonik, kemudian diganti dengan lensa buatan (IOL/ Intraocular Lens). Prosesnya cepat, relatif tidak sakit, dan pasien biasanya bisapulang di hari yang sama.
Pentingnya Deteksi Dini
Meski katarak tidak menimbulkan rasa sakit, dampaknyapada kualitas hidup sangat besar. Penderita sering mengalamikesulitan beraktivitas, termasuk berjalan, membaca, atau bahkanmengenali wajah. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan, depresi, dan penurunan produktivitas.
Dokter mata menekankan pentingnya deteksi dini. “Semakincepat diperiksa, semakin mudah penanganannya. Jangan tungguhingga penglihatan hilang total,” ujar salah satu spesialis mata di Jakarta.
Mencegah Lebih Baik
Beberapa langkah sederhana dapat membantu memperlambatmunculnya katarak, antara lain:
Perlu diingat bahwa langkah-langkah pencegahan ini hanyamemperlambat progresi pertumbuhan atau munculnya katarak, tapi tidak bisa untuk menghentikan secara total.
Penutup
Katarak bukanlah vonis kebutaan permanen. Dengan kemajuanteknologi kedokteran, operasi katarak kini mudah dijangkau dan hasilnya sangat baik. Masyarakat hanya perlu lebih peduli pada kesehatan mata dan tidak menunda pemeriksaan bila gejalamuncul.






