Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut : MPLS Harus Bebas Kekerasan dan Bullying, Sekolah Wajib Awasi Ketat

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan, Louis Schramm, SH., MH., menegaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh SMA dan SMK negeri maupun swasta di Sulut harus berjalan sesuai aturan tanpa praktik kekerasan atau perploncoan.

Hal tersebut disampaikan Louis Schramm kepada wartawan Sulutnews.com, Senin (14/7/2025), di Manado, menyusul dimulainya MPLS yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2025 di seluruh sekolah menengah atas di 15 kabupaten/kota.0

“Semua sekolah, baik SMA maupun SMK, harus menghindari segala bentuk kekerasan, apalagi bullying. Jika terjadi selama MPLS, itu akan sangat merugikan nama baik sekolah,” tegas Schramm yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut.

Menurutnya, berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut dan Kementerian Pendidikan (Dikdasmen), tidak boleh ada kekerasan maupun intimidasi yang dilakukan panitia OSIS atau senior terhadap siswa baru.

Louis meminta kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan seluruh guru untuk melakukan pengawasan ketat selama masa MPLS, demi menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan mendidik bagi para peserta didik baru.

“Siswa baru ini masih remaja, dan rawan mengalami bullying, apalagi di era media sosial seperti sekarang. Sekolah-sekolah favorit dengan jumlah siswa ratusan perlu lebih ekstra dalam pengawasan,” tambahnya.

Schramm menekankan bahwa MPLS memiliki tujuan mulia, yakni mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Selama lima hari kegiatan, materi yang diberikan mencakup informasi tentang sarana-prasarana sekolah, tata tertib, kurikulum, serta isu penting seperti bahaya narkoba, seks bebas, kenakalan remaja, dan keamanan lingkungan sekolah (Kamtibmas).

Ia juga menekankan pentingnya membentuk karakter dan disiplin siswa sejak awal. “MPLS harus menjadi ajang edukatif, bukan ajang perploncoan,” tegasnya.

Terkait proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang telah berlangsung dari 2 hingga 30 Juni 2025, Louis mengapresiasi pelaksanaannya yang secara umum berjalan baik. Namun, ia mengakui masih ada sekolah yang belum memenuhi kuota siswa, sehingga perlu perpanjangan waktu pendaftaran.

“Sebaliknya, beberapa sekolah favorit sudah penuh. Ke depan, kita berharap semua sekolah bisa menjadi favorit, agar tidak terjadi penumpukan di satuan pendidikan tertentu,” ujarnya.

Louis yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Manado ini berharap, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran 2025/2026 bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia menyoroti pentingnya peningkatan sarana prasarana, kualitas guru, serta kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung kompetensi siswa.

“Kita harus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Artinya, pendidikan hari ini harus membentuk siswa berkualitas, baik secara akademik maupun karakter,” ujarnya.

Louis juga menyambut baik program revitalisasi sekolah dari Kemendikdasmen yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulut. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan harus melibatkan semua pihak agar cita-cita Sulut yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan bisa tercapai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *