Manado – Langkah Puma FC Sangihe harus terhenti di babak 6 besar Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara musim 2025/2026. Tim asal Nusa Utara itu gagal melangkah ke semifinal usai takluk 0-3 dari Bolsel FC pada laga penentuan Grup E.
Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Puma FC tersingkir dari persaingan menuju empat besar. Meski demikian, manajemen dan tim menegaskan hasil ini menjadi pelajaran berharga untuk perjalanan mereka ke depan.
“Langkah hari ini memang tertahan, namun semangat tidak akan pernah padam. Ini menjadi pelajaran berharga untuk kami bangkit lebih kuat,” tulis pernyataan resmi Puma FC.
Di balik kegagalan tersebut, Puma FC tetap mensyukuri pencapaian mereka yang mampu menembus babak 6 besar—sebuah hasil yang sebelumnya tidak banyak diprediksi.
Sebagai calon anggota PSSI Sulawesi Utara, pencapaian ini dinilai menjadi awal penting bagi proses pembinaan dan perkembangan tim ke depan.
“Bisa sampai di putaran 6 besar adalah sesuatu yang tidak diduga sebelumnya. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” lanjut pernyataan tersebut.
Puma FC juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan langsung, termasuk Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wakil Ketua II DPRD Sangihe Marvein Hontong.
Kehadiran serta dukungan masyarakat Nusa Utara disebut menjadi energi besar bagi tim saat bertanding di lapangan.
Puma FC juga memberikan ucapan selamat kepada Klabat Jaya Sakti dan Bolsel FC yang berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal.
Kedua tim diharapkan mampu memberikan performa terbaik pada fase selanjutnya dalam perebutan gelar juara Liga 4 Piala Gubernur Sulut musim ini.
Meski perjalanan harus terhenti, Puma FC menegaskan bahwa ini bukan akhir. Tim bertekad untuk bangkit dan kembali lebih siap di kompetisi berikutnya.
“Ini bukan akhir, ini adalah awal untuk kembali lebih kuat. Puma FC akan bangkit,” tegas mereka.
Dengan pengalaman berharga di musim ini, Puma FC diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan baru sepak bola Sulawesi Utara di masa mendatang.






