Manado – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Gerindra, Louis Carl Schramm, kembali turun langsung ke masyarakat dalam agenda Reses I Masa Persidangan II Tahun 2026 di Kelurahan Tumumpa Satu, Kota Manado, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari kewajiban legislator untuk menjaring aspirasi konstituen secara langsung di daerah pemilihan.
Dalam pertemuan tersebut, Louis Carl Schramm yang juga menjabat Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut menegaskan pentingnya reses sebagai sarana komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah.
“Reses ini sangat penting karena menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah aspirasi strategis mencuat dalam dialog tersebut. Salah satunya terkait kondisi akses jalan menuju area pemakaman yang dinilai belum memadai. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar proses pengantaran jenazah dapat berlangsung dengan aman dan layak.
“Warga menyampaikan agar jalan menuju pekuburan bisa diperbaiki, supaya lebih nyaman saat ada kedukaan,” jelasnya.
Selain infrastruktur, isu pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. Warga mengusulkan dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk akses permodalan serta penguatan usaha lokal.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan lahan untuk pengembangan Koperasi Merah Putih, seiring dengan program pemerintah pusat yang tengah mendorong pembentukan koperasi di daerah.
Menurut Louis Carl Schramm, keberadaan koperasi tersebut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
“Ada arahan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi untuk pembentukan koperasi Merah Putih. Ini perlu didukung dengan kesiapan lahan di daerah,” ungkapnya.
Aspirasi lain yang turut disuarakan yakni permintaan bantuan hewan kurban untuk Masjid At-Taufik yang disebut sebagai salah satu masjid dengan jumlah jamaah besar di wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, ia menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian khusus, terutama menjelang perayaan Idul Adha.
“Masjid At-Taufik memiliki jamaah besar, sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian, termasuk bantuan hewan kurban,” katanya.
Seluruh aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan reses ini, lanjutnya, akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Kami pastikan semua aspirasi ini akan ditindaklanjuti dan disampaikan ke pemerintah provinsi,” pungkasnya.






