Sulawesi Utara Melaju Pesat: Ekonomi Tumbuh, Ekspor Melonjak dan Kemiskinan Turun di Era YSK–Victory

Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu motor ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Berdasarkan laporan terbaru dalam publikasi “Sulawesi Utara Dalam Angka 2026”, berbagai indikator ekonomi daerah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, sejumlah capaian strategis berhasil diraih, mulai dari peningkatan nilai ekspor, penguatan struktur ekonomi daerah, hingga penurunan angka kemiskinan.

Bacaan Lainnya
https://politberita.id/wp-content/uploads/2024/04/TAHAPAN-DAN-JADWAL-PILKADA-TAHUN-2024-3.jpg

Perekonomian Daerah Menguat, PDRB Capai Rp204,75 Triliun

Kinerja ekonomi Sulawesi Utara menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Pada tahun 2025, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp204,75 triliun.

Peningkatan tersebut juga tercermin dari beberapa indikator penting lainnya, di antaranya:

  • Pertumbuhan ekonomi tetap stabil di angka 5,66 persen sepanjang tahun 2025.
  • PDRB per kapita mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp75,24 juta per orang per tahun, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada pada kisaran Rp69,35 juta.

Data tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi serta perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat di provinsi yang dikenal dengan julukan Bumi Nyiur Melambai ini.

Produk Sulut Semakin Diminati Pasar Global

Produk Sulut Makin Mendunia Dibawah Pemerintahan YSK-Victory

Selain sektor domestik yang kuat, produk-produk dari Sulawesi Utara juga semakin kompetitif di pasar internasional.

Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor daerah ini tercatat mencapai US$1,236 miliar, meningkat sekitar 48,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulut antara lain:

  1. Lemak dan minyak hewani maupun nabati dengan nilai sekitar US$873,79 juta.
  2. Produk perikanan seperti ikan, krustasea, dan moluska senilai US$95,79 juta.
  3. Produk olahan daging dan ikan yang mencapai US$69,87 juta.

Adapun negara tujuan utama ekspor Sulawesi Utara antara lain Tiongkok, Belanda, dan Filipina, yang menunjukkan tingginya permintaan pasar internasional terhadap produk unggulan daerah ini.

Kemiskinan Menurun, Terendah dalam Lima Tahun

Angka Kemiskinan Terendah Dalam Lima Tahun Terakhir

Perkembangan ekonomi yang positif juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Data terbaru mencatat jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara pada September 2025 berada di angka sekitar 172,13 ribu jiwa.

Jumlah tersebut menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir, sekaligus mengalami penurunan sekitar 1,71 ribu orang dibandingkan periode Maret 2025.

Penurunan ini mencerminkan efektivitas berbagai program pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memperluas akses kesejahteraan bagi masyarakat.

Komitmen Pemerintah untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi nyata dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, setiap penurunan angka kemiskinan menunjukkan semakin banyak warga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan dan memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih baik.

Dengan semangat “Sulut Makin Keren, Makin Maju”, pemerintah provinsi berkomitmen menjaga momentum pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Utara. (Adve.)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *