Genap satu tahun perjalanan kepemimpinan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah duet Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay. Periode awal pemerintahan ini menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi terhadap berbagai langkah pembangunan yang telah dijalankan.
Peringatan satu tahun kepemimpinan yang digelar pada 5 Maret 2026 berlangsung dalam suasana penuh syukur. Momen tersebut menjadi penanda awal perjalanan pemerintahan periode 2025–2029 yang telah melewati fase pertamanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui komitmen bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam satu arah kebijakan yang terkoordinasi.
Dalam sambutannya, Gubernur tidak menitikberatkan pada paparan angka statistik semata. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang paling nyata adalah bagaimana masyarakat merasakan langsung dampak pembangunan.
Ia menilai berbagai program yang dijalankan selama satu tahun terakhir merupakan bagian dari fondasi awal untuk pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan secara seimbang antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi kerakyatan.
“Perjalanan satu tahun ini adalah langkah awal. Tantangan yang akan dihadapi ke depan tentu lebih kompleks dan dinamis,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah selalu diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam pemerintahan saat ini adalah perpaduan karakter kepemimpinan antara gubernur dan wakil gubernur.
Latar belakang militer yang dimiliki Gubernur dikenal dengan kedisiplinan dan ketegasan dalam pengambilan keputusan. Sementara Wakil Gubernur memiliki pengalaman panjang di bidang hukum dan politik.
Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.
Keduanya menegaskan bahwa sinergi yang terbangun selama ini menjadi modal penting untuk memastikan jalannya pembangunan tetap berada dalam satu arah kebijakan yang jelas.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Menurutnya, praktik korupsi tidak boleh mendapat ruang dalam pemerintahan karena dapat merusak kepercayaan publik serta menghambat kemajuan daerah.
Selain menekankan pentingnya integritas, pemerintah provinsi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan sosial yang telah menjadi identitas Sulawesi Utara.
Nilai Mapalus atau semangat gotong-royong disebut sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi terciptanya pembangunan yang aman dan berkelanjutan.
Melalui momentum refleksi satu tahun kepemimpinan ini, pemerintah provinsi berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat.
Dengan kolaborasi yang solid, berbagai program pembangunan diharapkan mampu mendorong Sulawesi Utara menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Adve.)






