Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Louis Carl Schramm, menyambut langsung massa aksi yang menyuarakan aspirasi terkait sengketa lahan di kawasan Sario, Manado. Aksi berlangsung di depan Gedung DPRD Sulut pada Kamis (31/7).
Schramm menegaskan bahwa kedatangan warga menyampaikan ketidakadilan sudah tepat dan meminta DPRD menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menggelar hearing bersama Pengadilan Negeri Manado.
“Ada pihak yang merasa terzalimi dan menduga terjadi pelanggaran hukum. Permintaan hearing kami anggap sah dan patut ditindaklanjuti,” ujar Schramm di hadapan massa.
Menurutnya, DPRD sudah mempelajari kronologi dan tuntutan warga. Ia menegaskan bahwa tanah tersebut sudah melalui berbagai proses hukum dan sudah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah), yang harus dihormati oleh seluruh warga negara.
Schramm juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menangani kasus ini bersama almarhum Henky Kaunang, yang secara sah telah menjual lahan tersebut dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah menerbitkan sertifikat.
“Sebelum sertifikat dikeluarkan, BPN membentuk Tim A yang melakukan kajian dan penyelidikan. Jika ada masalah, sertifikat tidak akan diterbitkan,” jelasnya.
Meski begitu, Schramm mengakui jika kini muncul eksekusi terkait lahan tersebut, hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut.
Ia berjanji DPRD akan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam forum hearing, termasuk BPN dan Pengadilan Negeri Manado, untuk mencari kejelasan persoalan ini.
“DPRD bukan lembaga hukum, tapi sebagai wakil rakyat kami punya kewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak berwenang. Kami harap sebelum 17 Agustus 2025 proses ini sudah berjalan dan mendapatkan titik terang,” tegas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut ini.
Menanggapi respons positif DPRD, Koordinator Lapangan aksi, Septi Saroinsong, menyampaikan apresiasi dan menyatakan memilih jalur damai setelah mendapatkan sambutan baik.
“Terima kasih atas sambutan yang baik. Kami sempat menyampaikan jika aspirasi diabaikan, kami bisa bersikap keras. Namun karena hari ini disambut baik, kami pun memilih jalan damai,” tutupnya.






