Manado – Kasus percobaan bunuh diri yang terjadi di Kota Manado baru-baru ini menjadi perhatian banyak pihak. Fenomena ini semakin marak terjadi di Sulawesi Utara, sehingga perlu dilihat dari sudut pandang ilmu psikologi agar dapat ditemukan solusi yang tepat dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dr. Marssel M. Sengkey, S.Psi., M.A, akademisi di bidang Psikologi dan Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado, menyebutkan bahwa beberapa penelitian telah menemukan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya keinginan untuk bunuh diri. Large, Smith, Sharma, Nielssen, & Singh (2011) menyatakan bahwa faktor risiko utama meliputi riwayat menyakiti diri sendiri, perasaan bersalah atau kurang mampu, suasana hati depresi, ide-ide bunuh diri, serta adanya riwayat keluarga yang pernah melakukan bunuh diri. Sementara itu, Hagshenas (2011) menemukan bahwa ketidakberdayaan sering kali menjadi faktor utama pada remaja yang mencoba bunuh diri. Wenzel dan Beck (2008) juga menegaskan bahwa ide bunuh diri muncul akibat kombinasi ketidakberdayaan dengan bias dalam memproses tanda-tanda yang mengacu pada bunuh diri, dan tindakan tersebut terjadi ketika seseorang tidak lagi mampu mentoleransi kondisi kognitif dan emosional yang dialaminya.
Mengingat tingginya risiko dan dampak dari masalah ini, penting bagi setiap individu untuk mampu mendeteksi kondisi kognitif dan emosional mereka sendiri. Kesadaran akan bagaimana psikologi memengaruhi perilaku dapat membantu seseorang dalam menghadapi setiap kejadian dalam hidup. Ilmu psikologi mengajarkan bagaimana seseorang merespons dan mengatasi masalah psikologis, memahami perkembangan manusia dari berbagai tahap usia, serta memahami dampak psikologi dalam lingkungan sosial, organisasi, dan dunia kerja.
Di Sulawesi Utara, Universitas Negeri Manado menawarkan tempat bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu psikologi lebih dalam, melalui Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Program studi ini mencakup Psikologi dan Bimbingan Konseling yang berperan dalam menghasilkan sarjana yang memiliki kompetensi dalam bidang psikologi, baik untuk bekerja di sektor pemerintahan maupun perusahaan. Saat ini, lulusan dari program tersebut semakin dibutuhkan, mengingat pentingnya keahlian psikologi dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan profesional.
Kasus percobaan bunuh diri bukanlah isu yang bisa diabaikan. Diperlukan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan pemerintah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan mental serta mencari solusi yang efektif dalam mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.








