Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Sulut Tetap Tangguh: Ekspor Melonjak, Pariwisata Bergairah

Screenshot

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan kondisi perekonomian daerah tetap berada pada jalur positif meski dunia masih dibayangi ketidakpastian global. Kinerja ekspor yang tumbuh kuat, sektor pariwisata yang terus bergairah, inflasi yang terkendali, serta membaiknya kondisi ketenagakerjaan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan ketahanan yang baik di tengah perlambatan ekonomi sejumlah negara, fluktuasi harga komoditas dunia, serta meningkatnya persaingan perdagangan internasional.

Selama periode Januari hingga April 2026, nilai ekspor Sulawesi Utara tercatat mencapai USD 411,28 juta atau tumbuh 11,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai impor sebesar USD 55,04 juta menghasilkan surplus neraca perdagangan sekitar USD 356 juta.

Capaian tersebut menunjukkan komoditas unggulan Sulawesi Utara masih mampu bersaing di pasar internasional dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah.

Selain ekspor, sektor pariwisata juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Jumlah kunjungan wisatawan pada April 2026 meningkat 21,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Aktivitas penerbangan juga tumbuh sebesar 11,34 persen yang menjadi indikasi meningkatnya mobilitas wisatawan ke Bumi Nyiur Melambai.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat berbagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, mendorong investasi, memperkuat sektor pertanian dan perikanan, mengembangkan pariwisata, mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seluruh langkah ini diarahkan agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Jemmy.

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati sejumlah indikator yang memerlukan perhatian khusus. Pada Mei 2026, Sulawesi Utara mengalami deflasi sebesar 0,61 persen. Di satu sisi kondisi ini menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif terkendali, namun di sisi lain perlu diwaspadai sebagai sinyal bahwa aktivitas konsumsi masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Perhatian serupa juga diberikan kepada sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mengalami penurunan sebesar 0,61 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan pendapatan petani belum sepenuhnya mampu mengimbangi kenaikan biaya produksi yang mereka keluarkan.

Karena itu, kesejahteraan petani dan nelayan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay.

Dari sisi ketenagakerjaan, Sulawesi Utara juga mencatat perkembangan positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 berada di angka 5,75 persen, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6,03 persen.

Menurut Jemmy Ringkuangan, tantangan ke depan tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga dipengaruhi kondisi global yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, penguatan produktivitas, investasi, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah.

“Kita patut bersyukur karena Sulawesi Utara masih mampu menunjukkan kinerja ekonomi yang baik di tengah ketidakpastian global. Namun pekerjaan rumah kita masih banyak, terutama meningkatkan daya beli masyarakat, kesejahteraan petani dan nelayan, serta memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis berbagai capaian yang diraih saat ini dapat menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Fokus pembangunan akan terus diarahkan pada penguatan daya beli masyarakat, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan UMKM, percepatan hilirisasi ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Dengan semangat “Bekerja Bersama, Bersama Bekerja”, Pemprov Sulut meyakini Sulawesi Utara akan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan mewujudkan daerah yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, serta berkelanjutan.

Pos terkait