Rembuk Pemuda Sulut: Mundurnya Rahayu Saraswati Kehilangan Besar Bagi Generasi Muda

Rembuk Pemuda Sulawesi Utara menilai mundurnya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari kursi legislatif DPR RI sebagai kehilangan besar bagi generasi muda di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator Rembuk Pemuda Sulut, Ramma Tombuku, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (PERMIKOMNAS) RI.

Menurut Ramma, Saraswati bukan hanya sekadar politisi, tetapi juga sosok yang berani menyuarakan isu-isu penting yang sering diabaikan, mulai dari kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak, hingga peran strategis pemuda dalam pembangunan bangsa.

“Kak Saras adalah salah satu legislator yang konsisten berdiri di garis depan memperjuangkan kepentingan generasi muda. Suara kritis seperti beliau sangat dibutuhkan di parlemen, apalagi di tengah tantangan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ramma Tombuku dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/9).

Ramma juga menilai keberanian Saraswati dalam mengkritisi kebijakan dan membela kelompok marginal merupakan teladan bagi anak muda Sulawesi Utara.
“Beliau lahir dari keluarga besar dengan latar belakang mapan, tapi justru memilih jalan aktivisme. Itu bukti nyata bahwa politik bisa dijalani dengan idealisme, bukan sekadar warisan atau privilege,” tambahnya.

Selain itu, Ramma menekankan bahwa mundurnya Saraswati meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan.
“Kalau beliau benar-benar mundur, maka hilanglah salah satu jembatan strategis antara suara anak muda dengan kebijakan nasional. Kehilangan ini bukan hanya bagi DPR, tetapi bagi seluruh pemuda Indonesia,” tegasnya.

Lebih jauh, Rembuk Pemuda Sulut berharap Partai Gerindra mempertimbangkan kembali pengunduran diri Saraswati. Di sisi lain, Ramma juga mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap politik.
“Mundurnya Kak Saras harus jadi alarm bagi kita semua. Jangan biarkan ruang politik kosong dari suara anak muda. Justru saat seperti inilah kita harus lebih berani masuk dan mengambil peran,” kata Ramma.

Ramma menegaskan bahwa keterlibatan pemuda dalam politik dan advokasi publik adalah keniscayaan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan inklusif.
“Kami percaya semangat Kak Saras tidak akan padam. Jejak perjuangannya akan tetap hidup dan menjadi motivasi bagi pemuda di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *