Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulut menggelar buka puasa bersama dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara serta para tokoh agama, Senin (24/02/2026). Kegiatan berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
Momentum tersebut dimaknai tidak sekadar sebagai agenda silaturahmi di bulan Ramadan, melainkan sebagai simbol penguatan persaudaraan dan sinergi antara pemerintah daerah dan para pemuka agama. Dalam suasana penuh keakraban, gubernur menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan moral serta doa dari para ulama dan tokoh agama.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan doa para ulama. Sulawesi Utara dikenal sebagai laboratorium kerukunan, dan identitas itu harus terus kita jaga bersama,” ujar gubernur dalam sambutannya.
Ia menegaskan, harmoni sosial menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim pembangunan yang kondusif. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, Sulut dinilai mampu mempertahankan toleransi sebagai kekuatan daerah.
Pemerintah Provinsi Sulut, lanjutnya, berkomitmen menjadikan MUI sebagai mitra strategis dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan moderat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas ruang dialog serta memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan secara konstruktif.
Selain itu, kerja sama dengan tokoh agama juga dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang momentum-momentum keagamaan yang melibatkan partisipasi luas warga.
Acara buka puasa bersama diisi dengan tausiah keagamaan dan doa bersama untuk kemajuan daerah. Suasana kebersamaan tampak hangat, mencerminkan komitmen bersama dalam merawat toleransi dan persatuan.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Sulut menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan, harmoni, dan solidaritas sosial.
Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan tokoh agama, Sulawesi Utara diharapkan terus menjadi daerah yang aman, damai, dan menjadi contoh kerukunan di tingkat nasional.
