Memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Toni Supit, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan persoalan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Dalam pernyataannya usai Rapat Paripurna DPRD Sulut yang digelar untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden, Toni menegaskan bahwa ketimpangan infrastruktur dasar seperti jaringan telekomunikasi dan listrik masih menjadi persoalan utama di kawasan kepulauan Nusa Utara.
“Yang paling mendesak adalah akses listrik dan telekomunikasi yang setara dengan wilayah daratan Sulut. Masyarakat kepulauan berharap listrik bisa menyala penuh 24 jam, sama seperti di daerah lainnya,” kata Toni, Jumat (15/8).
Toni menyebut, wilayah Nusa Utara yang meliputi Kabupaten Sitaro, Sangihe, dan Talaud masih membutuhkan perhatian ekstra dari pemerintah provinsi agar tidak terus tertinggal secara infrastruktur.
Selain menyoroti persoalan di kepulauan, Toni Supit juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal upaya pemenuhan hak keluarga korban tragedi tenggelamnya kapal Barcelona V, yang sempat mengguncang masyarakat Sulut beberapa waktu lalu.
“Kami akan terus berupaya melalui DPRD agar keluarga korban bisa memperoleh tunjangan asuransi dari pihak perusahaan asuransi, serta perhatian nyata dari pihak perkapalan dan Pemerintah Provinsi,” ungkapnya.
Dengan menyoroti dua isu penting tersebut, Toni berharap peringatan HUT ke-80 RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Sulawesi Utara, termasuk di wilayah kepulauan yang selama ini kerap terpinggirkan.
