MANADO – Ketua DPRD Sulawesi Utara, dr. Fransiscus Andi Silangen, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Gerindra Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Manado, Sabtu (23/5/2026).
Kehadiran orang nomor satu di DPRD Sulut tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Andi Silangen menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk penghormatan terhadap undangan yang diberikan sekaligus komitmen membangun sinergi demi kepentingan masyarakat Sulawesi Utara.
Forum konsolidasi Partai Gerindra itu turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, serta Ketua DPD Gerindra Sulut yang menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadikan Rakerda bukan hanya agenda internal partai, tetapi juga ruang dialog yang membuka peluang terciptanya koordinasi yang lebih erat antara berbagai elemen pemerintahan dan politik di daerah.
Sepanjang kegiatan berlangsung, Andi Silangen tampak berbaur dan berdiskusi dengan sejumlah peserta, termasuk para pimpinan partai dan pejabat daerah yang hadir. Interaksi yang terjalin mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun komunikasi yang konstruktif demi kemajuan Sulawesi Utara.
Pengamat menilai forum-forum semacam ini memiliki nilai strategis dalam menyelaraskan berbagai gagasan pembangunan, terutama dalam menghadapi tantangan daerah yang semakin kompleks. Meski demikian, fungsi pengawasan lembaga legislatif tetap harus dijalankan secara independen sesuai amanat peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, panitia pelaksana menjelaskan bahwa Rakerda Gerindra Sulut 2026 difokuskan pada penguatan konsolidasi organisasi, penyusunan strategi politik, serta perumusan rekomendasi yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program kerja partai pada periode mendatang.
Melalui momentum tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara unsur legislatif, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga Sulawesi Utara.
